Persaingan Sesama Mafia BBM Subsidi, Anggota Asno Keroyok Sopir Pelangsir Tumangor, Polres Pelalawan Melempem

61

Pelalawan – Seorang sopir pelangsir BBM subsidi inisial FR (21) menjadi korban pengeroyokan oleh pelangsir lainnya (beda toke) yang sama-sama mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Solar bersubsidi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini di lapangan, pengeroyokan yang dilakukan pelangsir dibawah koordinasi Asno yang berada di SPBU Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau itu terjadi pada Rabu malam (19/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Yang menjadi akar permasalahan menurut Heru (41) salah seorang warga yang menyaksikan, FR terlihat menerobos dan memotong antrean panjang kendaraan yang sedang menunggu giliran mengisi Solar subsidi. Tindakan tersebut kemudian memicu kemarahan Rahmat (Anggota Asno).

Sebelum terjadi pengeroyokan, Heru melihat sempat terjadi cek-cok dan situasi semakin memanas hingga berujung pada pemukulan terhadap korban.

“Yang saya lihat, FR menerobos masuk dan memotong antrean dari pelangsir lainnya, lalu datang sekelompok orang yang diketuai Asno dan keponakannya Rahmat, setelah sempat bersitegang, saya melihat Rahmat melayangkan pukulan pada FR,” terang Heru.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, usai Rahmat melayangkan pukulan pada FR, rekan-rekan yang berada satu koordinasi dengan Asno langsung ikut memukul.

“FR sempat roboh usai dipukul Rahmat, lalu rekan-rekan Rahmat lainnya ikut memukul sampai menginjak-injak FR. Tidak lama kemudian saya juga melihat Asno pergi meninggalkan tempat kejadian,” tandasnya.

Tidak jauh berbeda dengan Heru, Alvin (28) yang juga berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut sebetulnya puncak dari gesekan dan persaingan antara mafia BBM Subsidi di Pangkalan Kerinci.

“Sepengetahuan saya, sudah lama persaingan kelompok Tumangor dan Asno tidak sehat dalam mendapatkan BBM Subsidi jenis Solar itu, meskipun mereka sama-sama menyetor pada polisi, namun keduanya tetap bersaing dalam mendapatkan solar subsidi,” terangnya.

Melihat kejadian kekerasan tersebut, masyarakat berharap aparat Kepolisian dapat menindak serta menutup kegiatan pelangsir minyak subsidi tersebut.

Pasalnya antrean mobil para pelangsir BBM subsidi tersebut sangat mengganggu masyarakat biasa yang ingin membeli minyak.

“Kami berharap polisi dalam hal ini Polres Pelalawan tidak melempem dan dapat menindak sekaligus tidak lagi membekingi aktivitas ilegal tersebut, karena selain merugikan masyarakat, aktivitas mereka juga dapat merugikan negara,” ujar Alvin.

Sementara itu, infomasi lainnya pihak FR sebagai korban telah melaporkan kejadian pengeroyokan terhadap dirinya itu pada Polres Pelalawan, hingga berita ini diturunkan aktivitas ilegal pelangsiran BBM Subsidi tersebut masih berjalan aman dan lancar.(RMY)