Dilema Praktek Mobil Siluman Milik Mafia BBM Subsidi dan Atensi Asno Pada Polisi di Pelalawan 

117

Riau – Praktik mobil siluman yang memakai barcode (QR Code) milik kendaraan lain marak terjadi di Kabupaten Pelalawan, kegiatan itu merupakan modus curang buat menimbun atau melangsir BBM bersubsidi dari SPBU 14.284.633, Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan.

Istilah “barcode siluman” disebut warga karena barcode kendaraan diduga digunakan pihak lain tanpa diketahui oleh pemilik aslinya untuk melakukan pengisian BBM subsidi.

Seperti yang di alami seorang pemilik truk, Ijal (44) di Pangkalan Kerinci yang merasa kaget heran setelah mendapat informasi dari sopirnya bahwa barcode kendaraan dengan nomor polisi BM 8521 LC telah digunakan untuk transaksi pengisian BBM jenis solar di SPBU 14.284.633 Pangkalan Kerinci Kota, Jumat (18/9).

Ijal mengaku tidak terima saat sang sopir bernama Tomy ditolak setelah mengantre untuk mengisi solar di SPBU Pertamina KM 5 Pangkalan Kerinci.

“Setelah menunggu hingga tiba giliran, petugas SPBU menyampaikan bahwa barcode kendaraan tersebut disebut sudah tercatat melakukan transaksi sebelumnya,” ujarnya.

Sempat terjadi ketegangan, akhirnya petugas menunjukkan data pada sistem EDC yang mencatat kendaraan dengan nomor polisi BM 8521 LC telah melakukan transaksi pengisian sebanyak 200 liter pada pukul 02.18 WIB di SPBU 14.284.633 Pangkalan Kerinci Kota.

Kejadian seperti itu ternyata tidak hanya terjadi pada Ijal, Juanda (47) salah seorang pemilik mini bus juga mengakui sering mengalami hal yang serupa, setelah ditelusuri juga telah mengisi habis kuotanya di SPBU 14.284.633 Pangkalan Kerinci Kota.

“Yang kami herankan, dari mana para mafia BBM Subsidi itu mendapatkan barcode kami, apakah pihak SPBU 14.284.633 telah bekerjasama dengan para mafia itu untuk menguras jatah barcode kami,” keluhnya.

Kendati demikian, kedua pelaku UMKM tersebut berharap pihak yang berwenang dapat segera menindak para mafia di SPBU tersebut, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan. “Kami berharap polisi dapat menindak pelaku mafia yang telah merugikan masyarakat banyak,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, Asno, salah seorang mafia BBM Subsidi yang menjalankan praktek mafianya di SPBU Pangkalan Kerinci Kota sesumbar tidak bisa disentuh petugas berbaju coklat itu karena sudah membayar atensi.

“Terserah wartawan, LSM maupun masyarakat teriak apa, yang penting kami sudah barat atensi, toh pihak kepolisian juga sudah terima duluan,” ujarnya sembari tertawa terpingkal-pingkal.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan maupun Polsek Pangkalan Kerinci yang disebutkan Asno telah menerima atensi bulanan dari pihaknya selaku mafia BBM Subsidi belum memberikan keterangan resmi.(RMY)